My Unkymood Punkymood (Unkymoods)

Translate

BALINDA BERBICARA

by - 9/17/2014 03:29:00 PM



Berbicara..

Berbicara adalah hal yang “paling penting” dalam kehidupan terutama proses bersosialisasi. 

Berbicara memang membantu kita untuk mengungkapkan suatu perasaan, menyampaikan pendapat, bercanda, melakukan hal baik, hingga hal yang buruk. 

Berbicara juga digunakan untuk melakukan suatu pembelaan.. entah membela yang benar atau membela yang salah.

Berbicara dapat diartikan sebagai suatu hal yang harus dilakukan, karena populernya si berbicara hingga peribahasapun berbicara bahwa “mulutmu adalah harimaumu” hingga ungkapan lain seperti  “lidah yang lebih tajam daripada pedang”. Semuanya masih dalam konteks berbicara dengan artian menggunakan mulut. 

Apakah berbicara hanya menggunakan mulut? 

Hahaha.. 

Itulah, seharusnya anda mengerti apa yang saya maksud.

Berbicara secara luas tidak hanya menggunakan mulut, anda juga dapat menggunakan anggota tubuh yang lain untuk berbicara. 

Menggunakan tangan untuk berbicara? salah?

Menggunakan kaki untuk berbicara? Salah?

Semuanya relatif, sesuai dengan kondisi yang ada.

Masalah yang ingin sekali saya sampaikan, merupakan uneg-uneg dari hati yang paling dalam, sekaligus suatu keadaan yang tidak dapat saya sampaikan menggunakan mulut saya sendiri terkait dengan “Berbicara”.

Bagi orang lain berbicara adalah keahlian mereka, namun sebagian lainnya menganggap berbicara adalah kelemahan mereka. 
Bagi saya sendiri berbicara adalah KELEMAHAN saya. KELEMAHAN

Bukan karena saya “tidak dapat berbicara” (bisu), melainkan karena memang saya “tidak dapat berbicara”(tidak ahli berbicara). 

Untuk orang-orang disana yang saya hormati, mengertilah.. saya akui bahwa kelemahan saya adalah berbicara.. saya sangat kurang sekali dalam hal menyampaikan suatu tanggapan, yap.. MENYAMPAIKAN.... saya perjelas lagi .. MENYAMPAIKAN.

Bila terdapat suatu hal yang perlu ditanggapi, sejujurnya benak saya telah memproses apa yang seharusnya saya sampaikan.. namun, mulut saya tidak dapat menyampaikannya, alhasil apa yang ada di benak saya hanya dapat saya sampaikan melalui tulisan.. entah itu di blog, diary, atau status facebook.

Keadaan seperti itu selalu terjadi di hadapan orang-orang yang statusnya “asing” bagi saya. Asing dalam konteks ini berarti tidak mengenal saya atau mereka mengenal saya namun hanya sekedar covernya saja. 

Seperti ketika saya dihadapkan pada seorang guru, atau dosen yang hanya mengenal wajah dan nama saya. Dalam keadaan seperti itu, saya hanya dapat menyampaikan apa yang mereka tanyakan dengan singkat. Kemudian bila beliau menanyakan bagaimana atau mengapa, saya tidak menyampaikan sesuatu yang singkat seperti sebelumnya, melainkan suatu penjelasan yang lebih panjang, namun tetap saja dalam range yang termasuk singkat. Kecuali bila beliau menanyakan lagi hal yang lebih mendalam.. saya akan menjawabnya dengan lebih detail.

Itulah mengapa bila saya diletakkan dalam sebuah forum diskusi dengan peserta yang notabene “PANDAI BERBICARA” , orang-orang disana akan men-judge bahwa saya adalah salah satu peserta yang sama sekali tidak BERBICARA, padahal kenyataannya SAYA JUGA TURUT BERBICARA, 

bedanya.. 

mereka/peserta yang lain berbicara panjaaaaaaaaaang lebaaaaar hinggaa keluar konteks namun saya hanya berbicara singkat dan tidak keluar konteks. Begitulah.. hal tersebut selalu terjadi..

Silahkaan.. untuk orang-orang yang disana.. silahkan anda men-judge bahwa saya TIDAK BERBICARA SAMA SEKALI.. silahkan...
Itu hak anda , hak mereka yang men-judge saya. 

Jujur.. untuk keadaan saya yang seperti ini, saya membutuhkan seseorang yang telaten mengajak saya berbicara, saya membutuhkan orang yang pengertian yang dapat “mengajarkan saya bagaimana cara untuk berbicara”.

Jujur.. ketika saya berada dalam keadaan seperti itu.. dapatkah anda tidak “mencaci maki” saya? Sekalipun hal tersebut anda lakukan secara implisit.

Jujur.. bila saya berada dalam keadaan dimana saya “tidak dapat menyampaikan apa yang saya pikirkan” dapatkah anda tidak mengeluarkan kata-kata seperti “ayo.. kamu yang daritadi sama sekali ga ngomong..” atau kata – kata yang lain seperti “semuanya bisa menjawab kecuali Balinda”.

Jujur.. bila anda mengatakan hal yang menyakitkan seperti itu.. saya akan lebih tidak berbicara daripada sebelumnya.. bahkan bisa jadi saya tidak akan berbicara sama sekali.

Saya butuh dorongan bukan “kritikan pedas”.
Saya bukan tipe orang yang dikritik pedas kemudian berubah.
Saya adalah tipe orang yang perlu sedikit dorongan untuk berubah.

Sindiran halus yang diberikan kepada saya.. 
akan lebih mendorong saya untuk berubah.. 

Namun bila kritikan pedas adalah sesuatu yang diberikan kepada saya.. 
jujur saya lebih memilih untuk membuangnya.

Jujur saya menangis setelah kata-kata ini disampaikan oleh beliau yaitu..

“ayo.. kamu yang daritadi sama sekali ga ngomong..” 

dan..
“semuanya bisa menjawab kecuali Balinda..”

Saya akan lebih down-down dan down lagi bila kritikan pedas itu diberikan.. dan saya akan lebih pendiam lagi bila hal tersebut terjadi..

Dan yang terakhir.. tulisan di Blog ini akan semakin bertambah.

terima kasih.




You May Also Like

0 comments

Entri Populer

Total Pageviews